Heis the grandson of wali qutub habib abu bakr . Gubernur dki jakarta anies baswedan berkunjung ke gresik, sabtu (13/11) siang. 20 karomah habib abu bakar assegaf majdub/wali majdub. habib bakar assegaf putra habib segaf dan merupakan cucu wali qutub al.
Semogaallah swt selalu menjaga para habib dan kita semuanya dan smoga video ini tersimpan dg baik untuk keperluan yg positif jika ada yg memerlukan dimasa y
Habibbakar majdub namanya habib abu bakar assegaf gresik, biasa disapa sapa habib bakar. Di antaranya habib muhammad bin ali, cucu habib habib abu bakar assegaf. Wali jadzab ini tak lain adalah cucu wali qutub abu bakar bin muhammad assegaf gresik. Cucu wali quthub habib abu bakar assegaf gresik ini, yang sudah 15 tahun di dalam kamar tanpa .
Vay Tiแปn Trแบฃ Gรณp Theo Thรกng Chแป Cแบงn Cmnd Hแป Trแปฃ Nแปฃ Xแบฅu. - Suatu hari Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi Shohibul Maulid Simthud Duror berkata "Kelak akan ada seorang muridku yang memiliki kekeramatan sama denganku namanya adalah Abu Bakar Assegaf." Akhirnya diketahui ternyata beliau adalah Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, wali quthub asal Gresik. Dikatakan bahwa maqom kedudukan Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf telah mencapai tingkat Shiddiqiyah Kubro. Maqom puncak di mana tidak ada lagi maqom di atasnya kecuali kenabian. Hal itu telah diakui oleh para wali yang hidup sezaman dengan beliau. Al-Imam Al-Habib Muhammad bin Ahmad Al-Muhdhar berkata "Demi fajar dan malam yang sepuluh dan yang genap dan yang ganjil. Sungguh Al-Akh Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah mutiara keluarga Segaf yang terus menggelinding maqomnya bahkan membumbung tinggi menyusul maqom-Maqom para Aslafnya leluhurnya." Al Habib Alwi bin Muhammad Al-Haddad berkata "Sesungguhnya Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah seorang Quthb Al-Ghaust juga sebagai tempat turunnya pandangan rahmat ALLAH SWT." Al-Arif Billah Al-Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi pernah berkata di rumah Al-Habib Abu Bakar Assegaf di kala beliau membubuhkan tali ukhuwah antara beliau dengan Al-Habib Abu Bakar Assegaf, pertemuan yang diwarnai dengan derai air mata. Habib Ali berkata kepada para hadirin ketika itu "Habib Abu Bakar ini adalah Raja Lebah Rajanya para Wali di zamannya. Beliau adalah saudaraku di jalan ALLAH. Pandanglah beliau, karena memandang beliau adalah Ibadah." Al-Habib Husein bin Muhammad al-Haddad berkata "Sesungguhnya Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah seorang Khalifah. Beliau adalah penguasa saat ini, beliau adalah Pemimpin Para Wali di masanya, beliau telah berada pada Maqom As-Syuhud yang mampu menyaksikan mengetahui hakekat dari segala sesuatu." Di antara ucapan Al Quthb Al-Habib Abu Bakar Assegaf "Jika seorang wali meninggal, mereka pasti mengangkat seseorang untuk menggantikannya, mewarisi hal keadaannya dan menduduki kedudukannya. Jika pengganti yang terpilih belum memiliki kemampuan itu untuk menerima hal tersebut, mereka menitipkan hal tersebut kepada salah seorang wali sebagai wakil sampai sang pengganti mampu untuk membawa Sirr tersebut. Kadang-kadang Allah mengujinya dengan menggerakkan lisan masyarakat yang mengganggu harga dirinya, mencela dan menyakitinya sehingga keadaannya menjadi sempurna dan menjadi mampu membawa Sirr tersebut. Saat itulah mereka berikan warisannya." Diriwayatkan bahwa beliau mengalami suatu penyakit yg parah hingga tampak bekas hitam di dada beliau. Hal ini dikarenakan beliau adalah Penyandang Bala' bagi umat manusia. Beliau berkata, "Apa yang kalian lihat menimpa diriku sebenarnya bukanlah musibah, itu adalah kenikmatan di atas kenikmatan, aku merasakan kesenangan dan kelezatan dengannya. Sedangkan rintihan, keluhan yang kalian dengar dariku hanyalah sesuatu yang manusiawi, pengakuan atas kelemahanku dan kebutuhanku kepada Allah SWT. Sekarang aku menikmati dua kesenangan. Nikmat sabar dan syukur." Beliau juga berkata, "Saat aku sakit, Al-Musthofa SAW datang menjengukku dan aku dalam keadaan sadar yaqodhoh. Aku berpelukan dengan Beliau SAW di tempat ini sambil menunjuk tempat yang biasa beliau duduki. Sayidina Al-Faqih Al-Muqoddam juga pernah datang ke tempat ini setelah sholat Ashar dan aku dalam keadaan terjaga. Aku sedang duduk di atas sajadah, tiba-tiba Sayidina Al-Faqih Al-Muqoddam datang diapit dua orang lain. Salah seorang di antara mereka berkata "Kenalkah kau orang ini?" Katanya seraya menunjuk orang yang di tengah. "Tidak," Jawabku. "Beliau adalah kakekmu, Sayidina Al-Faqih Al-Muqoddam," Kata orang itu. Para auliya' bersepakat bahwa Maqom Ijtima' bertemu dengan Nabi SAW dalam waktu terjaga, adalah sebuah maqam yang melampaui seluruh maqom yang lain. Hal ini tidak lain adalah buah dari mutaba'ah dzohir batin beliau terhadap sunnah-sunnah Nabi SAW. Beliau juga pernah berkata, "Aku adalah Ahluddarak, barang siapa yang memohon pertolongan ALLAH melaluiku, maka dengan izin ALLAH aku akan membantunya, barang siapa yang berada dalam kesulitan lalu memanggil-manggil namaku maka aku akan segera hadir di sisinya dengan izin ALLAH." Ijazah Beliau Dalam acara rutinan rauhah 3 Jumadil Ula 1355 H. Pada acara Rauhah di Kediaman beliau di Gresik, al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf menuntun orang-orang yang hadir di acara tersebut dengan kalimat jalalah berikut ini ููุง ุงููููู ุงููููุง ุงูููู ุงูููู
ูููุฌููุฏู ูููู ููููู ุฒูู
ูุงูู ููุง ุงููููู ุงููููุง ุงูููู ุงูููู
ูุนูุจููุฏู ูููู ููููู ู
ูููุงูู ููุง ุงููููู ุงููููุง ุงูููู ุงูููู
ูุฐููููุฑู ุจูููููู ููุณูุงูู ููุง ุงููููู ุงููููุง ุงูููู ุงูููู
ูุนูุฑูููู ุจูุงููุงูุญูุณูุงูู ููุง ุงููููู ุงููููุง ุงูููู ููููู ููููู
ู ูููู ููู ุดูุฃูู ููุง ุงููููู ุงููููุง ุงูููู ุงูููุฃูู
ูุงูู ุงูููุฃูู
ูุงูู ู
ููู ุฒูููุงูู ุงููุงูููู
ูุงูู ููู
ููู ููุชูููุฉู ุงูุดููููุทูุงููุ ููุง ููุฏูููู
ู ุงููุงูุญูุณูุงูู ููู
ู ูููู ุนูููููููุง ู
ููู ุฅูุญูุณูุงููุ ุงูุญูุณูุงูููู ุงููููุฏููู
ู ,ููุง ุญููููุงูู ููุง ู
ููููุงููุ ููุง ุฑูุญููู
ู ููุง ุฑูุญูู
ูู, ููุง ุบููููุฑู ููุง ุบููููุงุฑูุ ุงูุบูููุฑู ููููุง ููุงุฑูุญูู
ูููุง ููุงูููุชู ุฎูููุฑู ุงูุฑููุงุญูู
ูููู ููุตููููู ุงูููู ุนูููู ุณููููุฏูููุง ู
ูุญูู
ููุฏู ููุงููููู ููุตูุญูุจููู ููุณููููู
ู. Setelah beliau menuntun hadirin dengan dzikir di atas beliau bercerita "Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang sholeh dia adalah al-Qodhi Abdullah al-Baghdadiy. Dia berkata "Aku pernah melihat Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Sallam di dalam mimpi dan beliau terlihat pucat sekali lalu aku berkata kepada Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Sallam "Kenapa engkau wahai Nabi, wajah engkau pucat sekali ?" Lalu Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Sallam menjawab "Di malam ini telah meninggal orang dari ummat-KU, dua dari mereka meninggal dalam keadaan iman dan sisanya meninggal tanpa membawa iman su'ul khotimah." Aku berkata lagi kepada Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Sallam "lalu apa kiat-kiat dari engkau untuk orang-orang yang bermaksiat agar mereka meninggal dengan membawa iman?" Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Sallam berkata "Ambilah kertas ini dan baca Shalallahu 'Alaihi wa Sallam, siapa orang membacanya dan membawanya lalu dia memindah dari satu tempat ke tempat yang lain menyebarkan dan mengajarkan maka termasuk dari golongan-KU dan akan meninggal dalam keadaan membawa iman, akan tetapi siapa orang yang telah mendengarkannya dan dia tidak membacanya, tidak menyebarkannya maka dia lepas dari aku dan akupun lepas darinya." Seketika itu aku langsung terbangun dari tidurku dan aku lihat kertas tersebut yang telah ada di genggamanku ternyata di dalamnya berisi tulisan yang penuh barokah, tulisan tersebut adalah ุจุณู
ุงููู ุงูุฑุญู
ู ุงูุฑุญูู
ููุง ุงููููู ุงููููุง ุงูููู ุงูููู
ูููุฌููุฏู ูููู ููููู ุฒูู
ูุงูู ููุง ุงููููู ุงููููุง ุงูููู ุงูููู
ูุนูุจููุฏู ูููู ููููู ู
ูููุงูู ููุง ุงููููู ุงููููุง ุงูููู ุงูููู
ูุฐููููุฑู ุจูููููู ููุณูุงูู ููุง ุงููููู ุงููููุง ุงูููู ุงูููู
ูุนูุฑูููู ุจูุงููุงูุญูุณูุงูู ููุง ุงููููู ุงููููุง ุงูููู ููููู ููููู
ู ูููู ููู ุดูุฃูู ููุง ุงููููู ุงููููุง ุงูููู ุงูููุฃูู
ูุงูู ุงูููุฃูู
ูุงูู ู
ููู ุฒูููุงูู ุงููุงูููู
ูุงูู ููู
ููู ููุชูููุฉู ุงูุดููููุทูุงููุ ููุง ููุฏูููู
ู ุงููุงูุญูุณูุงูู ููู
ู ูููู ุนูููููููุง ู
ููู ุฅูุญูุณูุงููุ ุงูุญูุณูุงูููู ุงููููุฏููู
ู ,ููุง ุญููููุงูู ููุง ู
ููููุงููุ ููุง ุฑูุญููู
ู ููุง ุฑูุญูู
ูุงูู, ููุง ุบููููุฑู ููุง ุบููููุงุฑูุ ุงูุบูููุฑู ููููุง ููุงุฑูุญูู
ูููุง ููุงูููุชู ุฎูููุฑู ุงูุฑููุงุญูู
ูููู ููุตููููู ุงูููู ุนูููู ุณููููุฏูููุง ู
ูุญูู
ููุฏู ููุงููููู ููุตูุญูุจููู ููุณููููู
ู. Dalam riwayat barangsiapa yang membaca doa ini dan menyebarluaskannya maka akan mendapatkan keutamaan dari Nabi Muhammad SAW dan sebaliknya barangsiapa yang membaca dan tidak menyebarluaskan doa ini maka dia acuh kepada Nabi, dan Nabi pun acuh kepadanya , di ambil dari kalam alhabib Abubakar bin Muhammad Assegaf Gresik. Dibaca setelah sholat lima waktu atau setelah ta'lim. - Mati dalam keadaan Khusnul Khotimah - Diberikan keberkahan hidupnya - Diperluaskan rezekinya - Dijauhkan dari bala Berkah beliau semoga kita dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang husnul khotimah dan kelak dikumpulkan bersama Sayyidi Ahlil Jannah Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam.. Aamiin Source Berbagai sumber
Terbit 5 March 2022 Oleh Kategori Biografi Ulama A. BIOGRAFI Kelahiran Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar bin Abu Bakar bin Al-Habib Umar bin Segaf as-Segaf terlahir di kampung Besuki salah satu wilayah di kawasan Jawa Timur tahun 1285 H. Beliau merupakan putra dari Habib Muhammad bin Umar. Tapi sayangnya, semenjak kecil beliau sudah ditinggal oleh ayahnya yang wafat di kota Kabupaten Gresik pada tahun 1293 H. Adapun silsilah nasab Habib Abu Bakar adalah sebagai berikut Nabi Muhammad SAW Ali bin Abi Thalib + Fatimah Az- Zahra Imam Husein Muhammad An- Naqib bin Ali-Uraidhi Ahmad Al- Muhajir bin Isa Alwi bin Ubaidillah Imam Muhammad Imam Alwi Ali Khalaโ Qasam Muhammad Sahib Mirbath Imam Ali Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam Alwi Al-Ghuyyur Imam Ali Muhammad Mauladdawiliyah Abdurrahman Assegaf Imam Ali Muhammad Abdurrahman Umar Ash-Shofi Imam Toha Imam Umar Muhammad Segaf Imam Wadi Al-Ahqaf Umar Abubakar Umar Muhammad Habib Abu Bakar PENDIDIKAN Pada tahun 1293 H atas permintaan neneknya yang sholehah Fatimah binti Abdullah Ibunda ayahnya, ia merantau ditemani oleh al-Mukaram Muhammad Bazamul ke Hadramaut meninggalkan tanah kelahirannya, Jawa. Di kala Habib Abu Bakar bin Muhammad as-Segaf akan sampai di kota Sewun, ia di sambut di perbatasan kota oleh paman sekaligus gurunya yakni Habib Abdullah bin Umar berikut para kerabat. Di kota Sewun Habib Abu Bakar bin Muhammad as-Segaf belajar ilmu fiqih dan tasawuf di bawah bimbingan gurunya dan sekaligus pamannya Al-Habib Abdullah bin Umar Assegaf. Bahkan beliau dibiasakan oleh gurunya untuk bangun malam dan shalat tahajud meskipun usia beliau masih kecil. Selain berguru kepada pamannya, beliau juga belajar ilmu dari para ulama besar yang ada disana. Sisilah keilmuan beliau sewaktu belajar di Hadramaut adalah sebagai berikut Al-Habib Al-Qutub Ali bin Muhammad Alhabsyi Al-Habib Muhammad bin Ali Assegaf Al-Habib Idrus bin Umar Alhabsyi Al-Habib Ahmad bin Hasan Alatas Al-Habib Al-Imam Abdurrahman bin Muhammad Almasyhur Mufti Hadramaut saat itu. Al-Habib Syeikh bin Idrus Alaydrus Setelah menuntut ilmu di Hadramaut, pada tahun 1302 H beliau pun akhirnya kembali ke pulau Jawa bersama Habib Alwi bin Saggaf Assegaf, dan menuju ke kota kelahirannya yaitu di kota Besuki. Disinilah beliau mulai mensyiarkan dakwah Islamiyyah di kalangan masyarakat. Kemudian pada tahun 1305 H, disaat usia beliau masih 20 tahun, beliau pindah menuju kota Kabupaten Gresik. Di pulau Jawa, beliaupun masih aktif untuk belajar dari ulama-ulama, diantara guru-gurunya sebagai berikut Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athas Habib Empang Bogor Al-Habib Abdullah bin Ali Alhaddad wafat di Jombang Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alatas, Pekalongan Al-Habib Al-Qutub Abubakar bin Umar Bin Yahya Surabaya Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi, Surabaya Al-Habib Muhammad bin Ahmad Almuhdhor wafat di Surabaya Wafat Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf menghadap kepada Allah SWT pada tahun 1376 H atau lebih tepat pada usianya yang 91 tahun. Jasad beliau disemayamkan di sebelah masjid Jami, Kabupaten Gresik. Dan sampai saat ini para peziarah tidak pernah berhenti untuk mengunjungi makam beliau. โORANG YANG DATANG KEPADAKU ADALAH ORANG YANG MEMANG AKU KEHENDAKI DATANG KEPADAKUโ B. KETAULADANAN Al-Habib Al-Qutub Ali bin Muhamad Alhabsyi sungguh telah melihat tanda-tanda kebesaran dalam diri Habib Abubakar dan akan menjadi seorang yang mempunyai kedudukan yang tinggi. Al-Habib Ali Alhabsyi berkata kepada seorang muridnya, โLihatlah mereka itu, 3 wali min auliyaillah, nama mereka sama, keadaan mereka sama, dan kedudukan mereka sama. Yang pertama, sudah berada di alam barzah, yaitu Al-Habib Al-Qutub Abu Bakar bin Abdullah Alaydrus. Yang kedua, engkau sudah pernah melihatnya pada saat engkau masih kecil, yaitu Al-Habib Al-Qutub Abu Bakar bin Abdullah Alatas. Dan yang ketiga, engkau akan melihatnya di akhir umurmuโ. Ketika usia murid tersebut sudah menginjak usia senja, ia bermimpi melihat Nabi Muhammad SAW 5 kali dalam waktu 5 malam berturut-turut. Dalam mimpinya itu, Nabi SAW berkata kepadanya, โterdapat kebenaran bagi yang melihatku di setiap kali melihat. Kami telah hadapkan kepadamu cucu yang sholeh, yaitu Abu Bakar bin Muhammad Assegaf. Perhatikanlah iaโ. Murid tersebut sebelumnya belum pernah melihat Habib Abu Bakar, kecuali di mimpinya itu. Setelah itu ingatlah ia dengan perkataan gurunya, Al-Habib Ali Alhabsyi, โLihatlah mereka itu, 3 wali min auliyaillahโฆโ. Tidak lama setelah kejadian mimpinya itu, ia pun meninggal dunia, persis sebagaimana yang diisyaratkan oleh Al-Habib Ali bahwa ia akan melihat Habib Abu Bakar di akhir umurnya. Uzlah Dan Membuka Majelis Di Gresik Pada suatu hari, disaat menunaikan salat Jumโat, datanglah ilhaamat rabbaniyyah kepada diri beliau untuk ber- uzlah dan mengasingkan diri dari keramaian duniawi dan godaannya, menghadap kebesaran Ilahiah, ber-tawajjuh kepada Sang Pencipta Alam, dan menyebut keagungan nama-Nya di dalam keheningan. Hal tersebut beliau lakukan dengan penuh kesabaran dan ketabahan. Waktu pun berjalan, sehingga tak terasa sudah sampai 15 tahun lamanya. Beliau pun akhirnya mendapatkan ijin untuk keluar dari uzlahnya, melalui isyarat dari guru beliau, yaitu Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi. Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi berkata, โKami memohon dan ber-tawajjuh kepada Allah selama 3 malam berturut-turut untuk mengeluarkan Abu Bakar bin Muhammad Assegaf dari uzlahnyaโ. Setelah keluar dari uzlahnya, beliau ditemani dengan Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi berziarah kepada Al-Imam Al-Habib Alwi bin Muhammad Hasyim Assegaf. Sehabis ziarah, beliau dengan gurunya langsung menuju ke kota Surabaya dan singgah di kediaman Al-Habib Abdullah bin Umar Assegaf. Masyarakat Surabaya pun berbondong-bondong menyambut kedatangan beliau di rumah tersebut. Tak lama kemudian, Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi berkata kepada khalayak yang ada disana seraya menunjuk kepada Habib Abubakar, โBeliau adalah suatu khazanah daripada khazanah keluarga Baโalawi. Kami membukakannya untuk kemanfaatan manusia, baik yang khusus maupun yang umumโ. Semenjak itu Habib Abu Bakar mulai membuka majlis taklim dan dzikir di kediamannya di kota Kabupaten Gresik. Masyarakat pun menyambut dakwah beliau dengan begitu antusias. Dakwah beliau tersebar luas, dakwah yang penuh ilmu dan ikhlas, semata-mata mencari ridhallah. Dalam majlisnya, beliau setidaknya telah mengkhatamkan kitab Ihya Ulumiddin karya Imam Ghazali sebanyak 40 kali. Selain itu, kebiasaan beliau, setiap kali dikhatamkannya pembacaan kitab tersebut, beliau mengundang jamuan kepada masyarakat luas. Beliau adalah seorang yang ghirahnya begitu tinggi dalam mengikuti jalan, atribut dan akhlak keluarga dan Salafnya Saadah Bani Alawi. Majlis beliau senantiasa penuh dengan mudzakarah dan irsyad menuju jalan para pendahulunya. Majelis beliau tak pernah kosong dari pembacaan kitab-kitab mereka. Inilah perhatian beliau untuk tetap menjaga thoriqah salafnya dan berusaha berjalan di atas qadaman ala qadamin bi jiddin auzaโi. Maqom Shiddiqiyah Kubro Adapun maqom kedudukan al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, beliau telah mencapai tingkat Shiddiqiyah Kubro. Hal itu telah diakui dan mendapat legitimasi dari mereka yang hidup sezaman dengan beliau. Berikut ini beberapa komentar dari mereka. al Imam al Habib Muhammad bin Ahmad al-Muhdhar berkata, โDemi fajar dan malam yang sepuluh dan yang genap dan yang ganjil. Sungguh al Akh Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah mutiara keluarga Segaf yang terus menggelinding maqomnya bahkan membumbung tinggi menyusul maqom-maqom para aslafnyaโ. Al Habib Alwi bin Muhammad al-Haddad berkata, โSesungguhnya al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah seorang Quthb al Ghaust juga sebagai tempat turunnya pandangan rahmat Allah SWTโ. Al Arif billah al Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi pernah berkata โdi rumah al Habib Abu Bakar Assegaf dikala beliau membubuhkan tali ukhuwah antara beliau dengan al Habib Abu Bakar Assegaf, pertemuan yang diwarnai dengan derai air mata.โ Habib Ali berkata kepada para hadirin ketika itu, โLihatlah kepada saudaraku fillah Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf. Lihatlah ia..! Maka melihat kepadanya termasuk ibadahโ. Al Habib Husein bin Muhammad al-Haddad berkata, โSesungguhnya al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah seorang khalifah. Beliau adalah penguasa saat ini, beliau telah berada pada Maqom as Syuhud yang mampu menyaksikan mengetahui hakekat dari segala sesuatu. Beliau berhak untuk dikatakan Dia hanyalah seorang hamba yang kami berikan kepadanya sebagai nikmatโ. C. KAROMAH KH Muhammad Zaini Abdul Ghani Guru Sekumpul pernah mengatakan bahwa ada tiga waliyullah yang memiliki nama dan maqom yang sama, yaitu Habib Abu Bakar bin Abdullah Alaydrus, Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Atthos, dan Habib Abu Bakar bin Muhammad Asseghaf Gresik. Nama terakhir merupakan seorang waliyullah yang berada pada tingkatan Qutub, Habib Abu Bakar bin Muhammad Asseghaf pernah berkhalwat selama 15 tahun. Haul beliau merupakan salah satu haul terbesar di Indonesia, dihadiri oleh habaib Nusantara dan dunia. Pada saat hari wafat beliau, ada satu cerita yang sangat luar biasa. Kala itu, saat semua penduduk Gresik sibuk menshalati jenazah Habib Abu Bakar bin Muhammad Asseghaf, ada seorang laki-laki pergi ke pasar Gresik untuk membeli daging kambing. Sesampainya di toko daging, laki-laki bingung melihat situasi pasar yang sepi, dan si penjual daging juga terlihat sedang tergesa-gesa. Kemudian laki-laki itu bertanya kepada si penjual daging, โPak, mengapa pasar ini sepi? Dan engkau terlihat tergesa-gesa.โ โItu Pak, Habib Abu Bakar wafat, sekarang waktunya menshalati beliau, ayo ke sana,โ jawab penjual daging itu. Akhirnya, laki-laki itu berangkat bersama penjual daging ke Masjid Jamiโ untuk ikut serta menshalati Habib Abu Bakar. Sambil membawa bungkusan daging kambing yang ia beli tadi, laki-laki tersebut ikut mengangkat tandu jenazah Habib Abu Bakar. Namun anehnya tandu jenazah Habib Abu Bakar tak terangkat sedikitpun. Semua orang yang di situ merasa heran dan bingung. Salah satu putra Habib Abu Bakar lalu ingat bahwa Habib sangat senang dibacakan shalawat nabi, lalu seluruh jamaah secara serentak membaca shalawat nabi. Tak berselang lama tandu jenazah terangkat dan berjalan sendiri tanpa ada seorangpun yang memanggulnya. Hal yang paling menakjubkan adalah saat laki-laki pembeli daging tadi pulang ke rumah, saat hendak memasak daging tersebut, daging itu tak mau masak. Direbus tak bisa masak, digoreng tak bisa matang, dan dibakarpun tak bisa terpanggang. Laki-laki itu heran dengan daging yang dibelinya. Setelah itu laki-laki tersebut menceritakan perihal daging yang dibelinya, lalu ulama-ulama yang merupakan santri Habib Abu Bakar bercerita, bahwa Habib Abu Bakar pernah dawuh, โBarang siapa yang kelak ikut menyolati jenazahku, maka aku doakan dia tidak terkena panasnya api neraka dan api dunia.โ Laki-Laki tersebut menangis, tak menyangka daging yang dibelinya menjadi saksi menshalati jenazah Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf dan tak bisa tersentuh oleh api dunia. Semoga kita semua mendapatkan berkah dari beliau dan para wali-wali Allah. Sumber Semoga bermanfaat ุงูููููููู
ูู ุตูููู ุนูููู ุณููููุฏูููุง ู
ูุญูู
ููุฏู
Gresik - Peringatan Haul Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf bakal digelar kembali di Gresik tahun ini. Haul untuk memperingati wafatnya ulama asal Gresik ini sempat tak digelar selama dua tahun akibat pandemi ini membuat warga di sekitar Jalan KH Zubair, Kecamatan Gresik, sangat antusias. Warga dengan semangat mempersiapkan haul yang akan digelar pada 15-16 Juli 2022."Untuk tahun ini antusias warga lebih besar dari sebelumnya. Karena dua tahun kemarin memang kita tidak menggelar haul, karena ada pandemi COVID-19. Acaranya besok Jumat dan Sabtu," kata Ketua Panitia Haul, Habib Ali Abu Bakar Assegaf, Kamis 14/7/2022. Habib Ali menjelaskan dalam mempersiapkan kegiatan haul itu, ia dibantu 400 warga sekitar yang tergabung dalam panitia haul. Selain itu sejumlah OPD Pemkab Gresik dan Polres Gresik juga turut serta membantu."Tak hanya warga Gresik ya, pemkab, dinas-dinas, polisi, dan TNI juga menghubungi kami untuk membantu kesuksesan acara ini. Mulai parkir, toilet umum, pengalihan jalan, dan banyak lagi, padahal kami tidak meminta bantuan atau mengirim proposal," tutur Habib Ali."Kami hanya meminta izin untuk menggelar Haul. Ini memang bukan acara keluarga Habib Abu Bakar saja, tapi memang ini acara Kabupaten Gresik, karena banyak tamu yang akan datang ke Gresik," kata pria yang juga cicit Habib Abu Bakar Assegaf Haul Ini, lanjut Ali, Kabupaten Gresik akan kedatangan puluhan ribu tamu dari seluruh Indonesia. Untuk itu, ia mengimbau agar para tamu dan warga Gresik tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah."Yang pasti ini dari seluruh provinsi di Indonesia akan hadir disini. Ada beberapa yang sudah konfirmasi kedatangan kepada panitia dengan membawa rombongan," ujar Habib Ali."Untuk para tamu, kami himbau agar jangan berebut duduk di depan, karena meski di belakang pun tetap akan mendapat barokah dari haul ini. Bahkan tukang parkir dan petugas yang melakukan penertiban sekalipun. Untuk warga Gresik, muliakan tamu yang datang, kalau perlu ajak ke rumah, terutama mereka yang tak mendapatkan kamar penginapan," Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf ke-67 ini sendiri akan berlangsung mulai tanggal 15 Juli 2022 hingga 16 Juli 2022. Sejumlah spanduk pemberitahuan acara tampak sudah terpasang dan spanduk tertulis selain adanya kegiatan, juga permintaan maaf karena nantinya akan ada penutupan beberapa ruas jalan, baik di jalan Kompleks Arab maupun arah ke Alun-alun Gresik."Mohon maaf perjalanan anda tergangggu ruas jalan KH Zubair- Jalan Malik Ibrahim - Jalan KH Agus Salim - Keramat Langon ditutup pada tanggal 15-16 Juli 2022 mulai pukul sampai selesai. Peringatan Haul ke 67 Al Qutb Habib Abu Bakar Bin Muhammad bin Umar Assegaf. TTD Panitia," demikian isi spanduk Turjawali Ipda Bross Tito membenarkan terkait adanya penutupan jalan tersebut terkait kegiatan haul. Meski demikian, pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan."Untuk rekayasa lalu lintas kami masih rapatkan. Tapi besok akan kami lihat situasi banyaknya jamaah yang hadir di lapangan. Yang jelas kami akan koordinasi dengan Dishub dan pemuda karang taruna untuk lahan parkir yang akan digunakan," kata Tito. Simak Video "Aksi Brutal Massa Pesilat di Gresik saat Geruduk Polsek Balongpanggang" [GambasVideo 20detik] abq/iwd
cucu habib abu bakar assegaf gresik